Tuhan, maha apakah Engkau?

Bagi sebagian orang Tuhan sungguh membuat bingung, mengingat dogma pada agama-agama yang telah Ia turunkan melalui kitab-kitabnya. Dia melarang ini itu, menyebutnya sebagai dosa jika kita tetap melanggarnya, tapi mengapa Kau ciptakan hasrat kenikmatan untuk melakukan larangan yang telah Kau ciptakan?

Baik, sekarang saya ambil contoh sesuatu yang engkau ciptakan, begitu pelik, dan saya rasa menggelisahkan banyak remaja yg tak mempunyai kemantapan hati, yaitu "sex".

Hey, apa maksudMu menciptakan  hasrat seksual? Dan mengapa engkau menggembar-gemborkan cinta kasih, menumbuhkan rasa cinta diantara dua remaja? Kau terlalu suka sekali bercanda, coba tunjukan padaku bagaimana ada cinta tanpa napsu? Jika engkau maha segalanya, bukankah tak salah jika aku juga mengatakan maha bangsat? Kau juga memberikan kita akal, menuntut manusia untuk berpikir. Kita ciptakan apa saja, teknologi makin berkembang dan itu kita untuk memenuhi naluri kekuasaan yg telah kau restui ada. Mesin penggali tanah, pengebor minyak, nuklir, obat pestisida, vaksinasi, kita mampu merekayasa apa saja namun bumi yg telah kau berikan juga kau hendaki rusak juga melalui tangan-tangan kami. Manusiamulai berlomba adu tenaga, berebut kuasa menindas satu dengan lainnya. Lihatlah, setiap manusia t bisa merasakan alam yg telah Kau sediakan, sama rata sama rasa memanfaatkannya. Bahkan manusia dari negeri seberang datang berbondong-bondong, Kau restui mereka merampas tanah, menambang apa saja. Sedangkan kami penghuni yg lebih dulu menetap tersingkir sedikit demi sedikit.

Ajaran-ajaran yang kau ajarkan, juga mengutuk kebohongan sebagai dosa. Tp tidak adakah berbohong untuk kebaikan? Sedikit berbohong agar jiwa dan raga seseorang terselamatkan misalnya? Jika Kau mengutuk alkohol itu dosa, bagaimana menurutmu alkohol untuk pengobatan? Jika Kau menyatakan anjing sebagai najis, bagaimana anjing yang setia menjaga rumah majikannya? Anjing-anjing yg menghibur manusia yang dalam kesepian?

Jika boleh jujur padaMu sungguh aku tak mau menghiraukan aturan-aturan yang telah engkau tetapkan. Biarkan aku mengartikan sendiri maksud dari aturan-aturan yang telah engkau tetapkan. Apa maksudmu Kau ciptakan semua ini? Jika tidak ada tujuan, bukankah lebih baik tidak Kau ciptakan apa-apa? Tapi setidaknya mau tak mau aku harus berterimakasih atas kesempatan yg telah kau berikan untuk berpikir semua tentang ketidak masuk akalan yg telah kau buat.

Comments

Popular posts from this blog

Jalan Baru Menuju Sendu